Dewasa ini dinamika yang terjadi di dalam kampus maupun yang ada di luar kampus semakin banyak mengalami perubahan yang sangat pesat dan drastis. HIMATIKA sebagai organisasi yang berlandaskan Tri dharma perguruan tinggi pun seharusnya mampu mengambil peranan sesuai dengan landasan organisasi yang termaktub dalam AD/ART yang nantinya dapat menanggapi permasalahan yang ada sembari dapat memberikan sebuah solusi atau pemecahan masalah. Dimulai permasalahan yang ada di dalam kampus yaitu permasalahan yang semenjak tahun kemarin mulai muncul terkait kaderisasi di ITS adalah OKKBK (Orientasi Keilmiahan dan Keprofesian Berbasis Kompetensi). Isu yang beredar OKKBK akan memakai sistem yang sama dengan tahun kemarin yaitu OKKBK dilaksanakan dalam waktu 1 minggu dan terdapat materi – materi yang berasal dari birokrasi yang waktunya sudah tertera pada kalender akademik ITS 2014 - 2015. Inilah yang menjadi tantangan HIMATIKA ke depannya, akankah Ketua HIMATIKA ITS terpilih menginginkan untuk ikut dengan ketentuan birokrasi terkait OKKBK ataupun punya solusi lain menanggapi permasalahan OKKBK ke depannya ? lalu bagaimanakah peranan HIMATIKA untuk mengawal dan menanggapi isu tersebut ?
Selain isu OKKBK yang terdekat ini terdapat kondisi memorandum I yang kedua kalinya diberikan DPM ITS kepada presiden BEM ITS atas kegiatan Pelepasan DOP PENS dan PPNS. Bagaimana tanggapan calon ketua HIMATIKA ITS terkait hal ini? seperti apa yang seharusnya dilakukan oleh KM ITS ? lalu bagaimana peranan HIMATIKA untuk permasalahan ini? Lalu menyikapi permasalahan yang ada di luar kampus yaitu yang terdekat dari kampus ITS adalah pro kontra penutupan lokalisasi dolly yang akan dilaksanakan pada tanggal 18 juni 2014. kasus penutupan dolly ini menjadi dilema melihat pro kontra yang terjadi. Dengan mengatasnamakan bahwa mahasiswa sebagai moral force bagi masyarakat sekitar kelompok pro penutupan dolly sepakat dolly ditutup dengan dalih menyalahi norma yang berlaku di masyarakat dan kedepannya akan berpengaruh pada rusaknya moral masyarakat. Sedangkan di sisi lain penutupan dolly menimbulkan masalah baru yaitu karena alasan ekonomi PSK yang ada akan menyebar ke daerah – daerah dan akan menimbulkan tempat – tempat lokalisasi ilegal baru. Belum lagi alur human trafickking PSK dolly yang belum akan selesai dan terpecahkan apabila dolly ditutup melihat sang germo pasti akan mengejar PSKnya sampai ke kampung halamannya karena mempunyai tanggung jawab melunasi hutang di masa lalu. Lalu sebagai Mahasiswa apa yang seharusnya kita lakukan ? apa solusi yang dapat memecahkan pro kontra penutupan dolly ?
Isu lainnya adalah kesiapan indonesia dalam menghadapi AEC (Asean Economic Comunity ) yang dimulai pada tahun 2015. Bagaimana cara HIMATIKA ke depan menyiapkan sumber dayanya untuk menghadapi AEC ? langkah – langkah apa saja yang dilakukan untuk menuju AEC di tahun 2015 ?. Seorang pemimpin HIMATIKA ITS ke depan seharusnya berwawasan luas dan global serta tanggap akan permasalahan yang ada di dalam kampus maupun di luar kampus serta dapat memberikan solusi konkrit dan nyata untuk dapat memecahkan permasalahan yang terjadi di sekeliling HIMATIKA ITS ke depan. Harapannya HIMATIKA dapat mengambil peranan penting dalam permasalahan yang ada serta dapat memberikan manfaat bagi lingkungan di sekitarnya. Lalu Selanjutnya kalimat yang cocok untuk menutup tulisan ini, Quo Vadis Peran HIMATIKA ITS untuk sekitar ? Mau dibawa kemana HIMATIKA ITS ke depan ?
SC Suksesi Ketua HIMATIKA ITS 2014/2015
About Me

Taylor Wong
Architecture Designer
The Japanese call it Hanakotoba, and King Charles II brought it to Sweden from Persia in the 17th century. Read More
Popular Posts
-
Bacalah Sejenak, Kawan. Hari berganti hari ...
-
Dewasa ini perkembangan dinamika dunia ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar