Review Novel Samaran

Review Novel Samaran

"Salah satu wabah yang paling cepat menular adalah kecemasan dan ketakutan." Novel Samaran, Dadang Ari Murtono, 2018, Buku Mojok Isi novel tahun 2018 yang sangat erat kaitannya dengan kondis…

Maafkan Aku, Tuhan. Disini Tidak Ada Warung Kopi !

Maafkan Aku, Tuhan. Disini Tidak Ada Warung Kopi !

Tuhan maafkan aku, disini tidak ada warung kopi, yang ada hanyalah kerumunan orang – orang lalu lalang yang sibuk sekali. Sibuk bekerja, mencari uang katanya, berusaha memenuhi kehidupan hid…

“Petuah Mbok Tini”

“Petuah Mbok Tini”

Riuh rendah dan kebisingan pusat perkotaan siang tadi membuat pikiranku  tak tenang malam ini. Entah kenapa ada suatu hal yang mengganjal di pori – pori otakku hingga menjadikan otak ini tak m…

Sebuah Tanya (?)

Sebuah Tanya (?)

Embun pagi tak kuasa menyublim bersama titipan malam yang enggan meninggalkan seisi kegelapan. “Gelap”, bukankah pada hakikatnya dunia dan jagad raya ini bermula dari kegelapan ataukah memang zama…

Calon Presiden Musuh Islam?

Calon Presiden Musuh Islam?

Cerpen FAHD PAHDEPIE “Cilaka, Kyai! Cilaka!” Aku baru saja tiba di Pondok Kyai Husain. Setelah mencium tangannya, aku tak bisa membendung rasa kesalku yang telah kutahan cukup lama. Kegelisahanku ti…

Paradoks Perjalanan Waktu

Paradoks Perjalanan Waktu

Babak 1  Tahunnya adalah 2045. Malam itu hujan turun dengan lebatnya, kilat menyambar-nyambar dan angin bertiup cukup kencang. Seseorang menggendong seorang bayi cantik yang terbalut selimut lembut me…

Saudara Kembarku

Saudara Kembarku

Namaku Vyna Anandita Restyana. Aku punya  adik namanya Vany Ardisty Restyanti. Kami berdua adalah saudara kembar.  Aku hanya lebih tua beberapa detik dari Vany. Dari ujung kaki hingga  ujung kepala …